Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak sektor industri nasional membuka lapangan kerja seluas-luasnya dalam pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Ajakan ini disampaikan sebagai seruan kolaboratif—bahwa pemulihan dan pertumbuhan ekonomi harus berujung pada kesempatan kerja nyata bagi masyarakat.
Di hadapan pelaku usaha, Prabowo menegaskan peran strategis industri sebagai mesin penciptaan kerja. Negara, katanya, siap menciptakan iklim yang kondusif; dunia usaha diharapkan menangkap peluang dengan ekspansi yang inklusif dan berkelanjutan.
Industri sebagai Mesin Kesejahteraan
Prabowo menilai, penguatan sektor industri—manufaktur, agroindustri, hingga ekonomi berbasis teknologi—adalah kunci menekan pengangguran dan meningkatkan daya beli. Pembukaan lapangan kerja tidak hanya berdampak pada angka statistik, tetapi langsung menyentuh ketahanan keluarga dan stabilitas sosial.
Ia mendorong perusahaan memperluas kapasitas produksi, mempercepat investasi, dan mengoptimalkan rantai pasok dalam negeri agar manfaat ekonomi menyebar lebih luas.
Negara Hadir, Usaha Bergerak
Dalam dialog tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kepastian hukum, menyederhanakan perizinan, dan memperkuat insentif investasi. Sinergi kebijakan fiskal, pendidikan vokasi, dan infrastruktur diarahkan agar dunia usaha memiliki kepastian untuk tumbuh—tanpa mengorbankan perlindungan tenaga kerja.
APINDO menyambut ajakan itu dengan penekanan pada pentingnya kebijakan yang konsisten dan dukungan pengembangan keterampilan agar kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja bertemu.
Human Interest: Pekerjaan sebagai Martabat
Di balik diskusi tingkat tinggi, ada jutaan pencari kerja yang menunggu kesempatan. Bagi mereka, satu lowongan berarti harapan: dapur yang mengepul, pendidikan anak yang berlanjut, dan masa depan yang lebih pasti. Ajakan membuka lapangan kerja seluas-luasnya menempatkan martabat manusia sebagai tujuan akhir pembangunan.
Program pelatihan berbasis kebutuhan industri—magang, reskilling, dan upskilling—dinilai krusial agar pekerja siap diserap dan bekerja aman serta produktif.
Keamanan Publik dan Stabilitas Sosial
Penciptaan kerja juga beririsan dengan keamanan publik. Lapangan kerja yang luas menekan risiko kerawanan sosial dan memperkuat kohesi masyarakat. Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya pertumbuhan yang adil—menjangkau daerah dan kelompok rentan.
Menatap Langkah Konkret
Ke depan, pemerintah dan APINDO sepakat memperkuat forum dialog rutin, memetakan sektor padat karya potensial, dan menyelaraskan kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri. Targetnya jelas: investasi masuk, produksi meningkat, pekerjaan tercipta.
Penutup
Pertemuan Prabowo dengan APINDO menegaskan arah kebijakan yang membumi: pertumbuhan harus terasa di rumah-rumah pekerja. Dengan kolaborasi yang solid, sektor industri diharapkan menjadi lokomotif pembuka lapangan kerja—seluas-luasnya, setangguh-tangguhnya.
